Minggu, 22 Juli 2012

9. Benarkah Jihad Adalah Ajaran Sesat ?

0 komentar

Meluruskan Makna Jihad 


Tidak usah Umat Kristen Pungkiri Jika dalam Ajaran Agama manuapun juga, Tuhan telah Melaknat dan Menyatakan untuk Memerangi Para Penentang / Penghujat Tuhan. Dan itu pun termasuk dalam ajaran Kristen sendiri, seperti tertulis dalam Ayat Alkitab dibawah ini ; 

"Jikalau seseorang datang kepadaku dan ia tidak MEMBENCI ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, BAHKAN NYAWANYA SENDIRI, ia tidak dapat menjadi muridku".(LUKAS 14 : 26)

Dari keterangan ayat tsb diatas, bukankah dalam ayat tsb secara tegas memuat pernyataan Tuhan kepada umatnya untuk membenci / memerangi Para Penentang Tuhan ("Domba-domba Tersesat"). Dan lihat , bahkan sedemikian kerasnya / begitu Ekstrimnya ajaran Tuhan anda untuk memusuhi Para Penentang/ penghujat Tuhan.

Lihat ; dan adalah sungguh luar biasa jikalau sampai ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan,untuk memusuhi / membenci mereka karena tidak sepaham dengan keyakinan yang dimilikinya, bahkan"NYAWANYA"  sendiri pun harus rela dikorbankan demi untuk keyakinannya / demi untuk membela Tuhannya.

Dan yang paling menarik untuk kita bahas disini adalah perintah untuk "TIDAK MENYAYANGI NYAWANYA SENDIRI / RELA BERKORBAN NYAWA DEMI MEMBELA KEYAKINANNYA" !!!

dan apakah perintah untuk "TIDAK MENYAYANGI NYAWANYA SENDIRI" , bukanlah itu sebuah pernyataan yang berarti adalah sebauah "PERNYATAAN JIHAD"  ???

Terbuktilah sudah, jika dalam ajaran kristen pun menyatakan untuk "MEMERANGI PARA KAFIR"/ "DOMBA-DOMBA TERSESAT" HINGGA TITIK DARAH PENGHABISAN / SAMPAI MATI, seperti halnya perintah dalam Islam yg tentunya dalam Islam ada batasan-batasan / atau sebab-sebab trsendiri / khusus hingga kita dibenarkan melaksanakan perintah tsb.

Jadi baknya Umat Kristen  jangan  coba-coba kutipin ayat dalam Quran yg seolah2 hanya Ayat dlm Quran saja yg menyatakan sikap yg keras terhadap para penentang Tuhan, karna sesungguhnya dalam ajaran kalian pun mengajarkan hal yang sama, bahkan lebih.

Apakah umat kristen tidak pernah bercermin ???

Dan untuk mengetahui Apa makna JIHAD yang sesungguhnya, mari kita sama apa yang tertulis dibawah ini ;

“MAKNA JIHAD”

Sebagai Umat Islam, kita memang tidak harus sepenuhnya menyalahkan mereka dikarenakan atas kekurang pahaman mereka tentang Ajaran – ajaran Islam. khususnya mengenai Salah satu konsep ajaran Islam yang dianggap menumbuh suburkan kekerasan adalah “Jihad”.

Para Ulama Islam pun menyatakan bahwa banyak para pakar yang menilai Islam sebagai “misunderstood religion”, agama yang disalah pahami. Dan Kesalah pahaman itu sendiri bukan saja terjadi pada non-muslim, melainkan juga kaum muslim.
Atas kekurang Pahamanan tentang makna Kaliamat “Jihad” tsb, tidaklah aneh jika menimbulkan suatu masalah / persoalan. Dan Persoalan yang disalah pahami pun beragam. Penyebabnya dapat bermacam-macam. yang disepakati untuk segera diluruskan adalah seputar isu kekerasan dengan merujuk kepada ayat al-Qur’an atau hadis yang memerintahkan berjihad dan berperang.

Persoalan ini tidak jarang mengantar musuh-musuh Islam menamai sebagai agama yang merestui dan menyebarkan terror, terlebih ada sebagian umat Islam dengan sikap mereka yang melampaui batas dijadikan bukti pendukung penilaian yang tidak berdasar.

Untuk itu ada baiknya kita meluruskan kesalah pahaman mereka Tentang apa sebenarnya makna “Jihad” tsb ;
Dari segi bahasa, term jihad dalam al-Qur’an berasal dari kata jahd dan juhd. Kata jahd biasanya diterjemahkan dengan sungguh-sungguh atau kesungguhan, letih atau sukar dan sekuat-kuatnya.

Adapun kata juhd biasa diterjemahkan dengan kemampuan, kesanggupan, daya upaya, dan kekuatan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti jihad diartikan tiga persepsi ;

-Pertama, jihad adalah usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan
-Kedua, jihad merupakan usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa dan raga, dan
-ketiga, jihad mengandung arti perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam.
“Berjihad berarti berperang di jalan Allah”.     

Dari pengertian ini dipahami, bahwa jihad membutuhkan kekuaan baik tenaga, pikiran maupun harta. Pada sisi lain, dipahami bahwa jihad pada umumnya mengandung resiko kesulitan dan kelelahan di dalam pelaksanaannya.dengan demikian Menuntut Ilmu, mencari Nafkah demi mencapai kehidupan yg lebih layak dengan berdasar atas ketentuan yg ditetapkan oleh Agama / tidak bertentangan dengan norma – norma kehidupan dll itu juga termasuk dalam kategori“Jihad”

Sementara itu, istilah ijtihad merupakan terminologi dalam ilmu fiqih yang berarti mencurahkan pikiran untuk menetapkan hukum agama tentang sesuatu kasus yang tidak terdapat hukumnya secara jelas dalam al-Qur’an dan hadis. Sedangkan arti mujahadah merupakan istilah dalam ilmu tasawuf yang berarti perjuangan melawan hawa nafsu dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam terminologi Islam, kata jihad diartikan sebagai perjuangan sungguh-sungguh mengerahkan segala potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan, khususnya dalam mempertahankan kebenaran, kebaikan dan keluhuran.

Tetapi istilah jihad yang berarti perjuangan tidak selalu atau tidak semuanya berjuang di jalan Allah karena banyak ayat pula yang berarti berjuang dan berusaha seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan. Misalnya, Q.S. al- Ankabut/29:8 dan Luqman/31: 15, yang masing-masing berbicara tentang konteks hubungan antara anak yang beriman dan orang tuanya yang kafir, dalam hal ini juga menggunakan term jihad.

Jihad yang mengandung pengertian berjuang di jalan Allah, ditemukan pada 33 ayat: 13 kali di dalam bentuk fi’il madi’ (kata kerja bentuk lampau), lima kali di dalam bentuk fi’il mudari’ (kata kerja bentuk bentuk sekarang atau yang akan datang), tujuh kali dalam bentuk fi’il amr (kata kerja perintah), empat kali dalam bentuk masdar, dan isim fa’il (kata benda yang menunjukkan pelaku).

Banyaknya bentuk ini mengindikasikan bahwa begitu luasnya dan beraneka ragam makna jihad, yakni perjuangan secara total yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Termasuk juga di dalamnya perang fisik atau mengangkat senjata terhadap para pembangkang atau terhadap musuh.

Pengertian Jihad dalam arti “Perang / Peperangan” itu juga memiliki makna yg luas ;

1) Perang Secara Fisik melawan Kejahatan

Namun, Perang fisik itu pun memiliki kaidah-kaidah, pedoman-pedoman serta aturan-aturan tersendiri. Karna Hukumnyapun bisa berbeda-beda. Begitu pula dengan lawan, yang dalam jihad juga harus teridentifikasi secara jelas. Perang dapat diarahkan kepada pihak-pihak yang menurut syari'at diperbolehkan untuk dilancarkan. Bukan asal disebut musuh. Lihat misalnya kasus peperangan yang dilancarkan Abu Bakar kepada penolak zakat.

2) Perang Melawan Hawa Nafsu

Perang Melawan Hawa Nafsu inilah Jihad yg paling utama, karna Jihad inilah yg paling berat. Namun, umat Islam disini dituntut untuk dapat memerangi dan mengalahkan segala macam hawa Nafsu yg akan menjerumuskan diri kita dalam Dosa

Dan inipun ditegaskan sendiri oleh Nabi Muhamad ;

“ Para sahabat bertanya, Apa jihad yg terutama?
“ Rasul menjawab, “Jihad melawan hawa nafsu.”

Dengan demikian, tidak tepatlah kiranya hanya memaknai jihad sebagai jihad yang mengandung pengertian berjuang di jalan Allah atau dalam bahasa lain tidak selalu jihad berkonotasi perang fisik. apalagi seperti yang telah sedikit diulas di atas, kalau membincangkan ayat jihad tidak serta merta hanya turun pascahijrahnya Nabi SAW, akan tetapi ayat-ayat yang berbicara tentang jihad juga ternyata turun di Makkah. Sehingga, kalau melihat sejarah ayat-ayat yang turun di Makkah masih berbicara seputar penanaman akidah dan keimanan. Misalnya, pada Q.S. al-Ankabut/29: 6 dan 69.
Kata yang digunakan ayat ini menggambarkan adanya upaya sungguh-sungguh, atau tepatnya jihad di sini bermakna mujahadah.

Jihad yang dimaksudkan adalah mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk mencapai ridha Allah SWT. Karena itu, orang yang berjihad di jalan Allah tidak mengenal putus asa.

Dengan demikian, jihad yang dimaksud di sini, bukan dalam arti mengangkat senjata, karena berperang dan mengangkat senjata baru diizinkan setelah Nabi berada di Madinah, sedang ayat ini bahkan surah ini turun sebelum Nabi berhijrah.
Dalam ayat lain, Q.S. al-Furqan/25: 52, yang juga merupakan ayat Makiyah, Allah memerintahkan Rasul, agar berjihad dengan al-Qur’an. Dalam konteks ini, berjihad dengan al-Qur’an jauh lebih penting untuk dipersiapkan dan dilaksanakan dari pada berjihad dengan senjata.

Tetapi berjihad dengan al-Qur’an, hanya dapat dilakukan oleh orang yang beriman kepada al-Qur’an sekaligus memahaminya dengan baik.

Selain itu, ayat ini ingin menunjukkan bahwa jihad tidak selalu berkaitan dengan mengangkat senjata.
Uraian di atas sangat jelas, stigma teror yang mengatas namakan agama itu jelas keliru. Karena makna jihad bukan hanya bermakna perang, tetapi sangat luas. Kejadian selama ini yang kita saksikan seolah meligitimasi kebenaran makna jihad, padahal itu sangat salah besar.

Jadi siapa saja yang masih terbius dengan pengungkapan makna yang ekslusif, sadarlah karena pemahaman yang sempit akan menyempitkan pula pemahaman ajaran agam itu.
Dibawah ini adalah yg termasuk dalam Kategori “Jihad” ;

A) Jihad melawan diri sendiri terbagi atas:

(1) Berjihad dengan mempelajari agama yang benar;
(2) Berjihad dengan mengamalkan ilmu yang dipelajari;
(3) Berjihad dengan mengajarkan ilmu yang telah dipelajari kepada orang lain;
(4) Berjihad dengan bersikap sabar ketika menerima ujian dan cobaan.

B) Jihad melawan syaitan terbagi atas:

(1) Berjihad melawan godaan syetan yang berkaitan dengan keimanan;
(2) Berjihad melawan godaan kehendak buruk dan syahwat.
C) Jihad melawan kaum munafik dan kafir terbagi atas:
(1) Berjihad dengan hati;
(2) Berjihad dengan lisan;
(3) Berjihad dengan harta;
(4) Berjihad dengan jiwa;

Ingat ; "Jihad bukan saja Mati dijalan Allah, Tapi Jihad untuk ‘Hidup’ di Allah itu juga Utama"



8. Apakah Bunuh Diri Dihalalkan Dalam Islam ?

0 komentar

Pendapat Umat Kristen kurang tepat dengan pernyataan anda " tindakan bunuh diri cara masuk surga"

perhatikan kembali ayatnya baik baik ;

[2:54] Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang


Ayat tsb mengisahkan pernyataan Nabi musa kepada Kaumnya ;
>>Yang menjadikan masuk surga (lebih baik bagimu disisi Tuhan) adalah BERTAUBAT (menyadari kesalahan dan memohon ampunanNya) karena mereka telah berdosa dengan syirik menyembah patung sapi emas, caranya dengan petunjuk Nabi Musa pada kaumnya dengan bunuh diri.

“Dan yg jelas Ayat Ini tidak berlaku untuk umat Nabi muhamad”


>> untuk kaum Nabi Muhammad jelas jelas berdosa untuk membunuh diri, dan orang lain dan dilarang keras (dengan bom), anda terlalu 'maksa' dan 'ngawur' dengan memaksakan dan berupaya mengaburkan 2:54 sebagai ajaran bunuh diri untuk muslim saat ini;

[4:29] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu
[4:30] Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
[4;93] Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya


Kerasnya larangan bunuh diri. Orang yang bunuh diri dengan suatu alat, akan disiksa dengan alat tersebut dalam neraka dan tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang pasrah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata :

Rasulullah saw. bersabda :
Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya.

Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya.
(Shahih Muslim No.158)

Hadis riwayat Tsabit bin Dhahhak ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda :
Barang siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam secara dusta, maka ia seperti apa yang ia ucapkan. Barang siapa yang bunuh diri dengan sesuatu, maka ia akan disiksa dengan sesuatu itu pada hari kiamat. Seseorang tidak boleh bernazar dengan sesuatu yang tidak ia miliki.
(Shahih Muslim No.159)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata :
Aku ikut Rasulullah saw. dalam perang Hunain. Kepada seseorang yang diakui keIslamannya beliau bersabda :

Orang ini termasuk ahli neraka. Ketika kami telah memasuki peperangan, orang tersebut berperang dengan garang dan penuh semangat, kemudian ia terluka.

Ada yang melapor kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, orang yang baru saja engkau katakan sebagai ahli neraka, ternyata pada hari ini berperang dengan garang dan sudah meninggal dunia.

Nabi saw. bersabda :
Ia pergi ke neraka. Sebagian kaum muslimin merasa ragu. Pada saat itulah datang seseorang melapor bahwa ia tidak mati, tetapi mengalami luka parah. Pada malam harinya, orang itu tidak tahan menahan sakit lukanya, maka ia bunuh diri. Hal itu dikabarkan kepada Nabi saw.

Beliau bersabda: Allah Maha besar, aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk memanggil para sahabat: Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali jiwa yang pasrah. Dan sesungguhnya Allah mengukuhkan agama ini dengan orang yang jahat.
(Shahih Muslim No.162)

Hadis riwayat Sahal bin Saad As-Saidi ra., ia berkata :
Rasulullah saw. bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan, dengan dukungan pasukan masing-masing. Seseorang di antara sahabat Rasulullah saw. tidak membiarkan musuh bersembunyi, tapi ia mengejarnya dan membunuhnya dengan pedang. Para sahabat berkata : Pada hari ini, tidak seorang pun di antara kita yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh si fulan itu.

Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda : Ingatlah, si fulan itu termasuk ahli neraka. Salah seorang sahabat berkata: Aku akan selalu mengikutinya. Lalu orang itu keluar bersama orang yang disebut Rasulullah saw. sebagai ahli neraka. Kemana pun ia pergi, orang itu selalu menyertainya.

Kemudian ia terluka parah dan ingin mempercepat kematiannya dengan cara meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, lalu badannya ditekan pada pedang hingga meninggal. Orang yang selalu mengikuti datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah.
Rasulullah saw. bertanya: Ada apa ini ?

Orang itu menjawab: Orang yang engkau sebut sebagai ahli neraka, orang-orang menganggap besar (anggapan itu), maka aku menyediakan diri untuk mengikutinya, lalu aku mencarinya dan aku dapati ia terluka parah, ia berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada di dadanya, kemudian ia menekan badannya hingga meninggal.

Pada saat itulah Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal sebenarnya ia ahli neraka. Dan ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal ia termasuk ahli surga. (Shahih Muslim No.163)

Hadis riwayat Jundab ra., ia berkata :

Rasulullah bersabda :

Ada seorang lelaki yang hidup sebelum kalian, keluar bisul pada tubuhnya. Ketika bisul itu membuatnya sakit, ia mencabut anak panah dari tempatnya, lalu membedah bisul itu. Akibatnya, darah tidak berhenti mengalir sampai orang itu meninggal. Tuhan kalian berfirman: Aku haramkan surga atasnya.
(Shahih Muslim No.164)

7. Benarkah Islam Mengajarkan Kekerasan

25 komentar
DAFTAR ISI ;
  • Makna, Pengelompokan, Dan Bagaimana Tuntunan Islam Dalam Bersikap Terhadap Kafir. 
  • Sikap Kristen Terhadap Kafir / Domba-domba Tersesat.
  • Membahas Ayat-ayat Dalam AlQuran Yang " Di klaim " Dapat Memicu Aksi Kekerasan dan Terorisme.
  • Ajaran Al-Qur’an & Alkitab Tentang Peperangan.
=======+======

Sesuai judul dalam catatan saya, maka terlebih dulu saya akan balik bertanya kepada Para Penghujat ;

Dari mana Anda memperoleh latar belakang informasi itu (jika Islam mengajarkan kekerasan) ?

Bukankah begitu banyak artikel yang tersedia secara bebas di internet yang mengisahkan bahwa Islam adalah agama cinta kasih toleransi dan saling memaafkan, tapi Anda tidak pernah membacanya sebagai bahan renungan Anda.

Apa sebenarnya yang Anda inginkan?

Tidak usah kalian pungkiri jika selama ini dengan berbagai cara kalian ingin menjelaskan ke semua orang bahwa Islam hanya mengajarkan kebencian. Namun hal tsb Tanpa disadari justru kebencian kristen tampak lebih jelas, Sementara kebencian yang Anda tuduhkan ada dalam Islam tidak dapat Anda buktikan secara ilmiah !

Pernahkan Anda berfikir ke arah sana?

>Sekarang ,,,,Coba Anda renungkan kisah singkat Muhamad berikut ini ;

Sahabat bertanya kepada Muhammad,
siapakah yang harus saya hormati pertama kali?
Muhammad menjawab,
Ibumu (kali pertama).
Lalu siapa lagi?
Ibumu (kali kedua)..
Lalu siapa lagi?
Ibumu (kali ketiga)..
Lalu siapa lagi?
Ayahmu.

Pada kisah ini, Muhammad menempatkan ibu pada posisi yang amat penting.
Bagaimana dengan Jesus,,, Apa pesan Jesus tentang bakti seorang ibu?

-Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Jika dua hamba Tuhan bertemu, barang siapa yang pertama kali mengucapkan salam maka dialah yang lebih mulia di mata Tuhan.
Apa komentar Anda mengenai ajaran seperti ini?

-Kisah lain, Muhammad berkata,
Malaikat rahmat akan berada beserta dua (atau lebih) hamba Allah, hingga mereka berpisah….
Pada ajaran ini, Allah menekankan betapa pentingnya arti kerukunan dan kebersamaan.

Bagaimana dengan ajaran Jesus?

-Kisah lain, Muhammad berkata,
jika dua anak manusia bersekutu untuk berbuat kebajikan, maka Allah adalah Yang ketiganya. Jika tiga anak manusia bersekutu untuk berbuat kebajikan, maka Allah adalah Yang keempatnya.
Pada ajaran ini, Islam menggariskan bahwa Allah selalu bersama dengan orang orang yang berbuat baik.

Bagaimana dengan ajaran Jesus?

-Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Sebaik baik kamu adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.

Bagaimana dengan ajaran Jesus?

-Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Bayarlah upah pekerja pekerjamu, sebelum kering keringat mereka.

Bagaimana dengan Jesus,,,,Pernahkah Jesus menunjukkan keadilannya terhadap para pekerja?

Lihat,,,Muhammad sudah katakan semuanya. Tapi Anda mempunyai kekurangan dalam hal kecerdasan emosional. “Seharusnya Anda meminta pertolongan”.

Masih banyak lagi kisah lainnya tentang betapa Muhammad adalah tokoh yang sangat human friendly. Tapi tampaknya permasalahan ada pada pihak Anda. Dan begitu banyaknya kisah Muhammad yang tertulis dengan indah di semua buku yang siapa pun dapat membelinya dengan bebas, tetap itu tidak dapat mempengaruhi Anda. Tidak ada yang ingin Anda katakan kecuali kebencian terhadap Muhammad.

Sekarang, dapatkah Anda menjelaskan kepada saya, Muhammad yang mengajarkan kebencian, atau Anda yang memaksakan kebencian Anda terhadap Muhammad kepada lebih banyak orang lagi?

Lebih lanjut,,,,saya akan mencoba menjawab pertanyan tsb lebih mendalam, yang tentunya saya pun akan membahas apa sesungguhnya yang diajarkan dalam keyakinan para penghujat. 


I). Makna, Pengelompokan, Dan Bagaimana Tuntunan Islam Dalam Bersikap Terhadap Kafir 

Kalau umat Kristen ternyata merasa gerah atas sebutan “KAFIR”  dan coba mempermasalahkannya dengan kami, maka pertama-tama saran saya buat Kalian ; harusnya kalian “koreksi diri” !!!

Harusnya, sebelum mempermasalahkanya ….baiknya anda cek apakah ada ajaran / Istilah seperti itu dalam alkitab mu sndri ???

Dan inilah Faktanya ;

Jikalau dalam ISLAM, sebutan bagi Para penghujat / Penentang Tuhan disebut = “KAFIR”
Sedangkan dalam KRISTEN, Sebutan bagi Para penghujat / Penentang Tuhan disebut = "DOMBA-DOMBA TERSESAT",,,,,hehehehe

Dibawah ini Adalah Sebutan Umat Kristen Bagi Para Kafir , seperti yang tertulis dalam Alkitab ;

1). Dalam Alkitab Yesus memanggil umatnya yang berasal dari Bani Israel dengan sebutan DOMBA

“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria. ”

“Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hi-lang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).” (Injil – Matius 10: 5-6)

“Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada "DOMBA-DOMBA” yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi). ”

2). Dalam Alkitab Yohanes pembaptis memanggil kepada orang Farisi dan saduki yang membangkang sebagai keturunanULAR BELUDAK

Mat. 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Luk. 3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang?

Itu baru berbagai sebutan alkitab terhadap pengikutnya, menggunakan nama-nama binatang seperti itu. Berbeda dengan panggilan Allah dalam AlQur'an terhadap umatnya, kita sering menemukan ayat yang di awali dengan :
"Hai orang-orang yang beriman", "Hai manusia", "Hai rasul", "hai kaum kafir" Rasanya jauh lebih santun daripada menyebut dengan panggilan binatang.

Kalaupun ada ayat yang menyebut orang yahudi seperti keledai yang membawa kitab, itupun masih diikuti kata "Perumpamaan" dan kata "seperti" berarti menunjukan itu bukan panggilan langsung tapi cuma perumpamaan, berbeda dengan alkitab yang menyebutkan kata "domba", "ular beludak" bahkan " PENCURI DAN PERAMPOK " secara vulgar.

3). Sekarang kita perhatikan ayat injil berikut ini, Yesus seenaknya saja mengklaim semua orang yang hidup sebelum kedatangannya adalah PENCURI DAN PERAMPOK:

Yoh. 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 10:8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Berarti manusia sejak jaman nabi Adam sampai jaman sebelum Yesus semuanya pencuri/perampok ???

ah masa' Tuhan jadi tukang fitnah kayak gitu?


4). Yesus juga pernah menghinakan seorang wanita asing (bukan Yahudi) dengan merendahkan  diri wanita itu  lebih hina dari “ANJING” :

Matius 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." 15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada ANJING."

Astagfirulllah... Saya heran !!!
Manusia kok bisa dipanggil domba, ular beludak ???
Lagian, kok tega banget sih umat Kristen Nyamain orang dengan memakai Istilah "BINATANG" ???

Kadang saya bingung , ini kitab Suci atau  majalah Trubus atau majalah “FLORA & FAUNA” ?
 kok segala isi kebun binatang disebut-sebut??

Inikah Yang dinamakan Ajaran Kasih Terhadap Sesama ???
Ini Ajaran Kasih atau Ajaran “KASIHAN” ???

Sekarang Coba Kita Bandingkan,,,,
Lebih Manusiawi Mana antara Panggilan / Sebutan “KAFIR” oleh orang Muslim, dari pada Panggilan “BINATANG” seperti yang diajarkan dalam Alkitab ???


Kemudian,,,,

Tidak usah Umat Kristen Pungkiri Jika dalam Ajaran Agama manuapun juga, Tuhan telah Melaknat dan Menyatakan untuk Memerangi Para Penentang / Penghujat Tuhan. Dan itu pun termasuk dalam ajaran Kristen sendiri, seperti tertulis dalam Ayat Alkitab dibawah ini ; 

"Jikalau seseorang datang kepadaku dan IA TIDAK MEMBENCI ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku".(LUKAS 14 : 26)

Dari keterangan ayat tsb diatas, bukankah dalam ayat tsb secara tegas memuat pernyataan Tuhan kepada umatnya untuk membenci / memerangi Para Penentang Tuhan ("Domba-domba Tersesat"). Dan lihat , bahkan sedemikian kerasnya / begitu Ekstrimnya ajaran Tuhan anda untuk memusuhi Para Penentang/ penghujat Tuhan.

Lihat ; dan adalah sungguh luar biasa jikalau sampai ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan,untuk memusuhi / membenci mereka karena tidak sepaham dengan keyakinan yang dimilikinya !!!

Lihat ; inikah yang dinamakan Ajaran Kasih ???

Kemudian bandingkan dengan apa yang telah diajarkan dalam Islam seperti tertulis dalam firman Allah dibawah ini ;

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentangnya, maka janganlah engkau mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik !.” (QS. Luqman : 15)

 ”Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”(QS.Al Isra: 23)

Apakah umat kristen tidak pernah bercermin ???

Lihat….Harusnya umat kristen malu !!!

Kenapa Islam yang mengajarkan untuk menghormati Orang Tua dan sesama walaupun mereka berbeda keyakinan malah disebut Agama yang mengajarkan kekerasan dan tidak toleran, sedang ajaran mereka sendiri sungguh-sungguh sangat diskriminatif dan tidak ada rasa toleransi sedikitpun terhadap penganut agama lain malah disebut Ajaran Kasih ???

Kasih dari mana ???.....dari Hongkong !!!

Hehehe….

dan untuk membahas apa yg mereka tuduhkan terhadap Islam baiknya mari kita bahas satu persatu permasalahannya lebih mendalam  ;  


A). Makna Kafir 

 Kata / Kalimat Kafir, berasal dari kata dasar yang terdiri dari huruf kaf, fa' dan ra'. Arti dasarnya adalah "tertutup" atau "terhalang". Secara istilah, kafir berarti "terhalang dari petunjuk Allah". Orang kafir adalah orang yang tidak mengikuti pentunjuk Allah SWT karena petunjuk tsb terhalang darinya. Kafir adalah lawan dari iman. Dalam Quran terutama surah an-Nuur, Allah SWT menganalogikan kekafiran dengan kegelapan, dan keimanan dengan terang benderang, serta petunjuk (huda) sebagai cahaya.

Ditinjau dari segi bahasa, kata kafir tidak selamanya berarti non muslim, karena ada penggunaan kata kafir atau pecahan dari kata kafir seperti kufur, yang bermakna inkar saja, tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislaman. Contohnya kufur nikmat, yaitu orang yang tidak pandai/mensyukuri nikmat Tuhan, atau dalam istilah lain disebut sebagai kufrun duna kufrin (kekufuran yang tidak sampai membawa pelakunya kafir/keluar dari islam).

Secara istilah, kafir adalah orang yang menentang, menolak, kebenaran dari Allah Swt yang di sampaikan oleh RasulNya. atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman.

Dilihat dari istilah, bisa dikatakan bahwa kafir sama dengan non muslim. Yaitu orang yang tidak mengimani Allah dan rasul-rasul-Nya serta ajarannya.

 B). Bagaimana Tuntunan Islam Dalam Menyikapi Orang-orang Kafir ?

Mari kita ikuti tuntunan Quran:

1. Berusaha menghilangkan "penutup" yang menyebabkan mereka kafir, dengan cara mendakwahi mereka.

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..." (QS.16:125)

"Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka..." (QS.42:15)

2. Tetap berbuat baik terhadap mereka, terutama yang memiliki hubungan kekerabatan.

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ..." (QS.31:15)

keterangan: ayat ini berbicara tentang orangtua yang kafir, dan kita tetap diperintah untuk memperlakukan mereka dengan baik.

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS.76:8 )

keterangan: adapun "orang yang ditawan" dalam ayat ini juga tiada lain adalah orang-orang kafir.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS.60:8 )

3. Tidak memaksa mereka untuk menjadi muslim.

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat..." (QS.2:256)

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir..." (QS.18:29)

"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya..." (QS.2:272)

4. Berbuat adil dan tidak mendzalimi mereka, selama mereka tidak memerangi muslimin.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS.60:8 )

"...Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa..." (QS.5:8 )

"Doa seorang yang teraniaya (diperlakukan tidak adil), meskipun ia orang kafir, tidak ada tirai yang menutupinya (untuk dikabulkan)." (HR. Ahmad dalam "musnad"nya).

5. Memerangi mereka, tatkala mereka memerangi muslimin.

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim." (QS.2:190-193)

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah..." (QS.22:39-40)

6. Tidak menjadikan mereka sebagai kawan, pemimpin atau penolong, kalau mereka memerangi muslimin.

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS.60:9)

"Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah..." (QS.3:28)


keterangan: "wali" bentuk jamaknya adalah "auliyaa" yang artinya teman yang akrab, pemimpin, penolong atau pelindung.

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong," (QS.4:89)

7. Menyambut tawaran damai dari mereka setelah terlibat peperangan.

"tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka." (QS.4:90)

"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS.8:61)

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak seharusnya seorang muslim memanggil orang kafir dengan sebutan kafir (wahai orang kafir), meskipun seorang muslim wajib yakin bahwa orang selain islam adalah kafir karena al-Quran telah jelas menyatakan hal itu.

Rasulullah Saw dalam berinteraksi dengan orang-orang yahudi, atau orang musyrik, kafir quraisy, yang mana mereka adalah golongan orang-orang kafir, Rasulullah tidak memanggil dengan sebutan ”ya kafir”. Tapi beliau menyebut misalnya orang yahudi, nasrani, qurays, bahkan ketika mengirim surat ke raja romawi menggunakan kata-kata ”ya adhimu rum”. Betapa beliau mengormati orang lain.


C). Jenis-jenis kafir Secara Bahasa

Merujuk kepada makna bahasa dan beragam makna kafir dalam ayat al-Quran, Kafir terbagi menjadi beberapa golongan, diantaranya adalah:

1. Kafir harbi, yaitu kafir yang memusuhi Islam. Mereka senantiasa ingin memecah belah orang-orang mukmin dan bekerja sama dengan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu (QS. 9:107).

2. Kafir ’Inad yaitu kafir yang mengenal Tuhan dengan hati dan mengakui-Nya dengan lidah, tetapi tidak mau menjadikannya sebagai suatu keyakinan karena ada rasa permusuhan, dengki dan semacamnya. Dalam al-Quran mereka digambarkan seperti orang-orang yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah, mendurhakai rasul-rasul Allah Swt, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang menentang kebenaran (QS.11:59).

3. Kafir inkar, yaitu yang mengingkari Tuhan secara lahir dan batin, Rasul-rasulNya serta ajarannya yang dibawanya, dan hari kemudian. Mereka menolak hal-hal yang bersifat ghaib dan mengingkari eksistensi Tuhan sebagi pencipta, pemelihara dan pengatur alam ini. Mereka seperti penganut ateisme. (QS. 2:212) (QS. 16:107).

4. Kafir kitabi. Kafir kitabi ini mempunyai ciri khas tersendiri di banding dengan kafir-kafir yang lain, karena kafir kitabi ini meyakini beberapa kepercayaan pokok yang dianut Islam. Akan tetapi kepercayaan mereka tidak utuh, cacat dan parsial. Mereka membuat diskriminasi terhadap rasul-rasul Allah dan kitab-kitab suciNya, terutama terhadap Nabi Muhammad dan Al-Quran. Dalam al-Quran mereka disebut sebagai ahlul kitab, Mereka adalah orang yahudi dan nasrani.

Dilihat dari macam-macam kafir di atas dan masih ada lagi beberapa istilah kafir, maka kata kafir adalah istilah yang sangat umum, istilah bagi orang yang mengingkari Allah dan RasulNya serta ajaran yang dibawanya, mereka bisa dari kalangan yahudi, nasrani, ateis, majusi, hindu, budha, konghuju dan yang lainya, yang tidak mengimani Allah dan Rasul-rasulnya serta ajarannya. Mereka semua adalah non muslim.

Sebenarnya jika mereka memahami arti dan konsekuensi dari kata non muslim, sama saja mereka mendengar kata kafir secara istilah. Hanya mungkin kedengarannya lebih halus, ketimbang disebut sebagai kafir.

Orang-orang kafir berakhlak mulia?
Bisa saja orang-orang kafir berakhlak baik, seperti jujur, tidak korupsi, tidak berzina, berbuat baik dengan tetangga, menyantuni orang miskin, dll. Namun akhlak baik itu tidak cukup untuk menghapuskan status dia dari katagori orang kafir, manakala mereka tetap ingkar kepada Allah, atau ingkar kepada rasul-rasulnya termasuk Nabi Muhammad dan ajarannya.

Dalam al-Quran surat almaidah ayat 5: dihalalkan bagi kalian.....perempuan-perempuan yang terjaga kehormatannya dari ahli kitab (yahudi / nasrani). Artinya ada dari kalangan mereka yang secara manusiawi melakukan akhlak atau perilaku yang baik..

Kategorisasi manusia dalam hal mensikapi petunjuk dari Allah SWT memang hanya dua: Bertaqwa dan Kafir (lihat surah Al-Baqarah ayat 2 sd 6). Dan kelompok kafir sendiri ada beberapa macam lagi, misalnya menurut sikap terhadap kitab-kitab yang pernah diturunkan: ada "Ahli Kitab" dan ada "Musyrikin" (lihat surah Al-Bayyinah). Sementara dalam hal kesadaran mereka terhadap kebenaran adapula kategori "fasik", yaitu mereka yang sudah faham mana yang benar dan mana yang salah tapi tetap saja melakukan kerusakan (Al-Baqarah ayat 26 dan 27).

Diantara orang yang mengaku beriman sendiripun ada orang-orang yang ingin menipu Allah dan ingin menipu orang-orang beriman lainnya, yaitu mereka pura-pura iman padahal mereka ingkar ... mereka disebut kaum "munafik" (Al-Baqarah ayat 8 sd 20).

D). Jenis-jenis Kafir mengenai hubungannya dengan muslim, Qur'an telah secara jelas membedakannya, dan membagi kaum kafir itu menjadi dua golongan:

A. Golongan "Muharribin" (yang memerangi) Yaitu kafirin yang memerangi umat Islam karena agama mereka, yang mengusir muslimin dari kampung-kampung halaman mereka, dan yang membantu pihak-pihak yang mengusir atau mendlzalimi ummat Islam. Termasuk disini juga mereka yang menghalangi muslimin dari melaksanakan kewajiban syari'at.

Terhadap golongan ini, ummat Islam wajib memberlakukan point no.5, 6 dan 7.

B. Golongan "Musalim" (yang berdamai) atau Golongan "Mu'ahidin" (yang membuat perjanjian).

Adalah kaum kafirin yang tidak terlbat pada setiap usaha yang ada di penjelasan point.B, dan sama sekali tidak turut andil dalam konspirasi apapun untuk memusuhi muslimin. (Lihat lagi Surah Al-Mumtanah ayat 8-9).

Terhadap golongan ini, ummat Islam harus melaksaknakan point.1 sd 4.

Golongan ini, juga dibagi dua klasifikasi lagi, yaitu:

Mereka yang mempunyai perjanjian damai sementara, maka terhadap mereka diwajibkan untuk menjaga perdamaian itu dan melindungi mereka sampai batas waktu perjanjiannya habis.

Mereka yang mempunyai perjanjian tetap selama-lamanya, Merekalah yang disebut sebagai "Ahlu Dzimmah", yaitu orang-orang yang mendapat jaminan Allah SWT, jaminan Rasul SAW, dan jaminan dari komunitas muslimin.
Dalam level negara/pemerintahan, Ahlu Dzimmah memiliki hak sebagaimana hak kaum muslimin (termasuk politik), dan memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban muslimin (kecuali dalam hal yang menyangkut konsekuensi syari'at masing2). Ahlu Dzimmah wajib dibela dan dilindungi sebagaimana muslimin membela dan melindungi saudaranya sesama muslim.

Amirul Mukminin 'Umar ibnul Khattab pernah menghapus istilah "Jizyah" bagi Ahlu Dzimmah dari nasrani arab Bani Taghlib, ketika mereka keberatan pungutannya disebut demikian. Dan pungutan tsb oleh 'Umar disebut sebagai "zakat" sesuai permohonan mereka agar tidak dibedakan dari kaum muslimin. Khalifah 'Umar menyetujui permohonan ini sambil mengatakan "Mereka itu orang yang dungu, mereka rela muatan artinya, dan menolak namanya." (Fiqhuz Zakat II/708).

Imam Al-Auza'i mendukung dan bersama Ahlu Dzimmah di Libanon yang bersikap menentang seorang gubernur dari kerabat dinasti Abasiyah yang berlaku tidak adil.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah menghadap Kaisar Mongol Timur Leng dan meminta pembebasan tawanan. Ketika Timur Leng menawarkan hanya membebaskan tawanan yang muslim, Ibnu Taimiyah menolak hal itu, kecuali Timur Leng mau membebaskan juga Ahlu Dzimmah yang ditawan bersama kaum muslimin.

Melihat aturan Islam terhadap kaum kafir, dan bukti-bukti sejarah pelaksanaan hal ini, maka toleransi mana lagi yang lebih tinggi kecuali toleransi yang diajarkan oleh Quran dan Sunnah??

Jadi yang perlu di fahamkan adalah definisi kafir, katagori kafir dalam Islam, dan ketika penyebutan kata-kata kafir, tidak selamanya mempunyai konotasi beraklak buruk, jahat, dan sifat-sifat kotor lainnya dan tidak juga pelecehan nilai-nilai kemanusiaan, karena semua manusia adalah ciptaan Allah.

dan dari segi humanity semua manusia adalah saudara. Akan tetapi penyebutan kata kafir lebih kepada masalah keimanan, dimana mereka tidak mau mengimani Allah Swt sebagai Tuhan, dan Muhammad Saw sebagai RasulNya serta mengingkari ajaran-ajarannya. Dan kafir secara istilah sama saja dengan makna non muslim, artinya jika mereka rela dipanggil non muslim, sebenarnya tanpa disadari mereka rela dipanggil kafir dari perspektif islam.

"Tentang Vonis Kafir"

Ada perbedaan antara vonis kafir yang sifatnya umum (takfir mutlak) atau vonis kafir yang sifatnya individu tertentu (takfir mu’ayyan). Apabila diterapkan vonis kafir terhadap individu, maka harus terpenuhi syarat-syarat dan bebasnya individu tersebut dari hal-hal yang menghalangi jatuhnya vonis.

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sesungguhnya teks-teks yang bernada ancaman di dalam Alquran dan sunah dan keterangan-keterangan dari para ulama mengenai vonis kafir, fasik, dan semacamnya tidak tertuju kepada individu kecuali terdapat syarat-sayarat vonis dapat dijatuhkan dan bebasnya orang tersebut dari penghalang-penghalangnya. Tidak ada perbedaan dalam permasalahn ini, baik masalah pokok atau pun masalah yang bersifat furu’iyah (cabang). (Majmu’ Fatawa, 10:372).

Contohnya adalah siapa yang mengatakan demikian dan demikian (perkataan-perkataan yang bisa membuat seseorang jadi kafir) maka dia telah kafir. Akan tetapi jika dihadapkan dengan individu tertentu yang mengatakan perkataan kufur atau melakukan suatu perbuatan kufur, maka wajib adanya verifikasi dalam menghukuminya. Bisa jadi orang tersebut tidak mengetauhi hal itu atau salah dalam menafsirkan, atau bisa jadi dia dipaksa melakukan hal itu. Hal ini dapa menghalangi seseorang dari vonis kafir, meskipun ia mengatakan atau berbuat sesuatu yang mengandung kekufuran.

Kesimpulannya ;

masalah vonis kafir dan menghalalkan darah seseorang bukanlah masalah yang ringan. karna Perlu adanya pembahasan dan ilmu yang mendalam sebagai wujud kehati-hatian dalam permasalahan ini sehingga kita tidak salah kaprah yang pada akhirnya malah diri kita sendirilah yang terjerumus dalam dosa dikarenakan kesembronoan kita / kecerobohan kita dalam memaknai kalimat-kalimat Allah.

Dan tidak seperti apa yang kita saksikan akhir-akhir ini, seseorang yang masih sangat hijau dalam masalah keislaman sudah berani menjatuhkan vonis kafir tanpa mengetahui kaidah-kaidahnya. Hendaknya kita berhati-hati dan selalu menimbang maslahat dan madarat sesuai dengan kaidah syariat serta tidak menyepelekan nasihat-nasihat ulama-ulama rabbani.

“Mudah-mudahan Allah selalu menunjuki kita dan memperbaiki keadaan Islam dan kaum muslimin”.

LALU, ADAKAH PERLAKUAN YANG LEBIH BAIK DARIPADA PERLAKUAN ISLAM TERHADAP ORANG KAFIR?

sekarang, mari sama-sama kita lihat perlakuan kristen sendiri terhadap Kafir / Domba Tersesat seprti tertulis dibawah ini ;


II). Sikap Umat Kristen Terhadap Kafir / Domba-domba Tersesat. 

Dibawah ini adalah Contoh-contoh ayat dalam Alkitab, yang mengajarkan tentang bagai mana Umat Kristen dalam bersikap terhadap Kafir/ domba-domba tersesat ;

1). Kristen Mengajarkan Agar Kita Membenci Kedua Orang Tua dan Saudara Kita Yang Tidak Seiman;  (LUKAS 14 : 26).

2). Kristen mengajarkan dalam menyebarkan agama dengan cara memaksa ;  (Luk 14:23)

3). Kristen mengajarkan untuk tidak menerima tamu yang bukan orang kristen ; (IIYohanes 1 : 10-11).

4). Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel ;(Ulangan 23:19-20

5). Bantailah Yang Tidak Percaya Tuhan ; (2 Tawarikh 15:12-13)

6). Bantailah / Bunuhlah Manusia yang beragama lain ; -(Keluaran 22:20), (Ulangan 13:6-9), (Ulangan 13:7-12), (Ulangan 17:2-5)

7). Bunuhlah manusia yang tidak mendengarkan perkataan imam; (Ulangan 17:12 )

 8). Bunuhlah Siapapun Yang Menjelekan Nama Tuhan mu;(Imamat 24:11-16)

10). Bunuhlah Nabi / pemimpin dari agama lain ; (Ulangan 18:20-22), (Ulangan 13:1-5) & (Zakharia 13:3)


Kesimpulan ;              

dari sekian banyak ayat-ayat alkitab yang saya tuliskan tsb diatas, adalah terbukti jika sesungguhnya ajaran kristen sendirilah yang melakukan atau mengajarkan Diskriminasi /tindakan kesewenang-wenangan terhadap apa yg mereka sebut sebagai domba-domba tersesat atau dalam Islam disebut dengan istilah Kafir. 


III). Membahas Ayat-ayat Dalam AL QURAN Yang " Di klaim " Dapat Memicu Aksi Kekerasan dan Terorisme.

Berulangkali, dengan bahasa yang vulgar seringkali kita jumpai Hujatan Kepada Umat Islam dengan  menuding Al-Qur’an sedemikian rupa seperti tertulis dibawah ini ;

1). AlQuran adalah sebagai kitab suci palsu yang harus disensor: “Karna, Surat ini mengindikasikan adanya ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Palsu yang telah membuat umat Islam selalu dalam semangat perang dan memerangi kaum kafirin.
 “Al-Qur’an juga harus kena sensor, di sana justru mengandung ayat yang paling brutal. “Dan ternyata Al-Qur’an pun sudah disisipi ayat-ayat brutal dan keji. Jadi Al-Qur’an pun masih harus diteliti dan dibersihkan dari ayat-ayat sisipan para penguasa Arab yang haus dan Gila Akan Kekuasaan dengan menindas kaum yang Lemah .

2). Puncaknya, AlQuran dikatakan sebagai diktat bodong yang mencatut nama para tokoh Islam itu menyimpulkan bahwa umat Islam selalu bertengkar dan berperang karena mengamalkan ayat-ayat setan yang dalam Al-Qur’an.

Ayat-ayat yang dimaksud adalah:  At-Taubah 5, Al-Baqarah 191, 192, dll. dan Sebelum kita bahas baiknya saya akan kutipkan ayat-ayat yg dipermasalahkan mereka seprti tertulis dibawah ini ;

[9:5] Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

[2:191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah117 itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
[2:192] Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

“Sungguh Naifnya Para Munafikun”, tuduhan mereka tu hanya asal-asalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak disertai dengan argumen ilmiah dan referensi yang jelas. Misalnya: jika dalam Al-Qur’an dituding terdapat sisipan ayat-ayat setan, siapa yang menyisipkan, kapan dan di mana penyisipan itu dilakukan, serta apa motifnya?

Tuduhan adanya pemalsuan ayat-ayat Al-Qur’an, sepanjang sejarah tidak pernah terbukti. Secara logika, sejak awal diwahyukan Al-Qur’an dihafalkan dalam bahasa aslinya oleh para shahabat langsung di bawah pengawasan Rasulullah.
Pasca Rasulullah, tradisi menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dalam bahasa asli itu dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya.

Sampai sekarang, sudah jutaan orang yang hafal Al-Qur’an (huffaz). Otomatis, para huffaz itu menjadi salah satu unsur keterjagaan keaslian Al-Qur’an. Penyusunan mushaf Al-Qur’an pada masa Utsman RA pun atas konsensus (ijma’) seluruh shahabat penghafal Al-Qur’an yang sudah diverifikasi kebenarannya dengan manuskrip ayat-ayat yang ditulis di bawah pengawasan Rasulullah SAW semasa hidupnya.

Dengan demikian, seandainya terjadi usaha penyisipan satu huruf saja dalam Al-Qur’an, maka para penghafal Al-Qur’an itu langsung memberikan komplain. Hasilnya, tak ada satu huruf pun yang disisipkan dalam Al-Qur’an. Bagaimana dengan tuduhan adanya ayat setan yang disisipkan dalam Al-Qur’an?

Bahasan Tentang Ayat-ayat  AlQuran yang dipermasalahkan yg " di klaim " dapat memicu Aksi Kekerasan dan Terorisme ;

Nampaknya, Para penghujat Islam itu sangat alergi terhadap kata “perang,” sehingga segala yang berbau perang dinilai sebagai kejahatan atau setan, tanpa melihat konteksnya terlebih dahulu.

Kata / kalimat “PERANG” dalam ayat inilah yang dijadikan dasar tudingan sebagai ayat setan. Benarkah demikian?

Secara umum, ditilik dari situasinya, ayat-ayat Al-Qur’an ada dua kategori, yaitu:
-pertama ayat yang berkaitan dengan situasi perang
-kedua, ayat yang berkenaan dengan situasi damai.

Pengkategorian dua situasi ini sesuai dengan firman Allah SWT. Dalam situasi damai, Allah SWT menetapkan aturan damai, baik dan adil seperti tertulis dalam Ayat dibawah ini:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (Qs. Al-Mumtahanah 8).

Sementara dalam situasi perang, Allah memberlakukan syariat perang terhadap musuh yang terlebih dahulu melancarkan peperangan:

“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (Qs. Al-Mumtahanah 9).

Berdasarkan firman Allah SWT tersebut itulah, maka ayat-ayat yang berkaitan dengan situasi damai harus diterapkan dalam situasi damai, jangan diberlakukan pada situasi perang. Sebaliknya, ayat-ayat yang berkaitan dengan situasi perang harus diperlakukan dalam situasi perang, jangan diberlakukan dalam situasi damai.

Dan inilah sanggahan kami atas hujatan-hujatan tsb ;

1). [9:5] Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Masud / Makna atay tsb adalah ;

 -Yang dimaksud bulan haram disini adalah masa Gencatan Sejata Antara Umat Islam dan Orang-orang Musyrik. yang dimana dalam situasi perang dimanapun adalah dibenarkan jika masa Gencatan Senjata Telah Habis / Masa Perjanjian perdamaian Telah Habis,  maka dibenarkanlah jika salah satu pihak yg bertikai memulai pertikayannya lagi.

-Sekilas, mungkin dalam ayat tsb mengandung kebencian yang mendalam terhadap kaum musyrikin. namun setelah kita cermati dan kita teliti dengan baik,  maka Pesan / Makna sesungguhnya dalam ayat tsb sebenarnya tidak demikian.  Karna bukan hanya sisi peperangan saja yang ditonjolkan dalam ayat tsb, Karna disisi lain dalam ayat tsb diatas juga menjelaskan perintah Allah yang lain yaitu ;

“Agar memberikan kemudahan / pengampunan bagi para musuh-musuh Islam yang mau menyerah”

Maka Tuduhan mereka Terhadap Umat Islam adalah Tidak benar sama sekali  !!!

2). (Surat Al-Baqarah ; 191 dan 192)

[2:191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
[2:192] Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sekilas dari ayat ke 191 mempunyai penafsiran bahwa kita diperintahkan memerangi orang kafir ketika menemui mereka. Namun, sebenarnya tidak demikian. Karena itu, ayat ini sangat erat kaitannya dengan ayat sebelumnya, 190.

Untuk itu saya ketengahkan ayat 190 nya agar menjadi lebih jelas dan nyambung.seperti tertulis dibawah ini ;

Artinya: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Baqarah: 190). 
Dari ayat ini ada satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa kita diperbolehkan berperang dengan orang-orang kafir, apabila mereka telah memerangi kita. Jadi apabila tidak memerangi kita, maka tidak diperbolehkan kita memerangi mereka.

Apabila terpaksa kita harus memerangi mereka (karena mereka memerangi kita), Allah mengatakan, jangan malampau batas ketika perang nanti. Maksud melampau batas –sebagaimana dikatakan oleh Hasan al-Bashry sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsir nya—adalah ;

tidak diperbolehkan membunuh, anak-anak, wanita, pendeta, laki-laki tua, membunuh hewan, menebang atau membakar pohon sembarangan, juga membunuh mereka yang tidak ikut berperang. Apabila hal ini dilakukan, maka Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat seperti ini karena orang seperti ini dinilai oleh Allah sebagai orang-orang yang melampaui batas.

Ayat berikutnya Allah menegaskan, ketika peperangan itu telah terjadi, bunuhlah mereka orang-orang kafir yang ikut perang ketika didapati mereka hendak membunuh kalian. Namun, apabila mereka menyerah, atau tidak ikut berperang, maka tidak diperbolehkan membunuhnya. 

Juga usir mereka dari tempat mereka (ketika berperang) sebagai balasan (kisas) atas apa  yang telah mereka lakukan. Hal ini sangat diperlukan, agar orang-orang kafir jera, dan melihat bahwa ummat islam itu punya kekuatan dan kemampuan hebat, sehingga mereka ke depan tidak berlaku semena-mena dan tidak memerangi ummat islam lagi. Namun, sekali lagi ayat ini berbicara dalam konteks perang, bukan dalam konteks damai. Kalau dalam keadaan damai seperti sekarang, tidak diperbolehkan kita memerangi mereka atau mengusir mereka. Bahkan, menyakiti dengan kata-kata tidak dibenarkan sedikitpun. 

Dalam Islam, di antara sebab bolehnya perang adalah devensive (untuk bertahan) bukan offensive untuk menyerang. Kita boleh berperang, kalau diserang dan diperangi, kalau dalam damai, tentu tidak diperkenankan.  Kemudian, Allah berikutnya mengatakan: “Fitnah itu lebih jahat dari pada pembunuhan”. Sebagian besar para ahli tafsir seperti Mujahid, Ikrimah, dan lainnya –sebagaimana dikatakan para ahli tafsir, seperti Imam al-Qurthiby dalam al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an, Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim nya, atau juga yang lainnya--mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata ‘fitnah’ di sini adalah syirik.

Artinya, membiarkan mereka orang2 kafir menebarkan syirik kepada ummat islam, itu lebih bahaya dari pada kita berperang melawan mereka. Karena itu, sebelum syirik itu ditebarkan oleh mereka, kita harus berperang melawan mereka sehingga tidak ada perbuatan syirik yang menyebar di mana-mana. Karena dengan perang melawan mereka, mereka akan takut, mundur dan keluar, sehingga ummat islam terjaga dari perbuatan syirik mereka. Karena itu, Allah menegaskan syirik lebih jahat dari pada membunuh (ketika perang), karena itu, berperang dengan mereka lebih baik dari pada membiarkan mereka menebarkan syirik. Demikian maksud penggalan tersebut.

Kemudian, berikutnya Allah menegaskan; kita tidak diperbolehkan beperang di masjidil haram. Hal ini karena ada sebuah hadits yang mengatakan

Artinya: “Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya tanah haram ini diharamkan oleh Allah sejak diciptakannya langit dan bumi. Ia haram (berperang) sampai hari kiamat kelak” (HR. Bukhari Muslim).

Hadits ini mempunyai maksud bahwa tanah haram tidak diperbolehkan untuk berperang.
Yang dimaksud adalah , hanya saja boleh berperang di dalam Masjidil haram, kalau mereka orang-orang kafir menyerang. Dalam hal ini diperbolehkan berperang dengan mereka, demi membela diri dan kehormatan, sebagaimana pada peristiwa penaklukan kota mekah (fathu makkah), di mana terjadi peperangan sedikit antara ummat islam dan orang kafir di tanah tsb. 

Kejadian ini dibenarkan Karena mereka orang-orang kafir menyerang terlebih dahulu. Karena itu, dalam ayat berikutnya, apabila mereka--sekalipun di tanah haram--, tetap menyerang kalian, maka perangilah mereka (boleh berperang di dalamnya), sebagai balasan atas kejahatan, dan serangan orang-orang kafir tersebut. 

Dalam ayat ke 192, Allah menegaskan, akan tetapi kalau orang-orang kafir itu tidak menyerang (berhenti menyerang) atau bertaubat, dan ingin bergabung dengan orang muslim, maka Allah maha pengampun dan maha penyayang, sekalipun mereka telah banyak membunuh orang-orang Islam. Allah tetap akan mengampuni segala dosa mereka, dan sekaligus ummat Islam tidak diperkenankan berperang dengan mereka yang  telah bertaubat, dan berhenti memarangi ummat islam.

Dan Secara tegas ayat dalam kedua Ayat tsb bicara dalam situasi perang terhadap kaum Musyrikin Makkah, bahwa Allah SWT memerintahkan perang dengan dua aturan:

-pertama, orang yang diperangi itu terlebih dahulu memerangi kita. Dengan kata lain, perang membela diri.
-Kedua, dilarang melampaui batas (berlebih-lebihan) dalam berperang.

Allah Bersabda ;
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS. Al-An’am: 151).


Berkaitan dengan etika kedua ini,Rasulullah SAW bersabda:

“Berperanglah di jalan Allah. Perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah. Berperanglah tapi jangan mengambil harta rampasan secara diam-diam, jangan melanggar janji, jangan melakukan penyiksaan, jangan membunuh anak-anak dan jangan pula membunuh para penghuni rumah ibadah” (HR Muslim).

At-Thabari dalam Jami’ul Bayan fi Ta’wil Aayin min Al-Qur’an, Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Adhim, As-Syaukani dalam Fathul Qadir ketika menafsirkan ayat tersebut, menjelaskan bahwa orang yang memerangi kita, harus kita perangi. Terhadap orang-orang yang tidak memerangi kita, jangan kita perangi. Dan apabila orang-orang yang memerangi kita itu berhenti, maka kita pun tidak boleh memerangi mereka.

Ayat ini merupakan ayat pertama yang diwahyukan berkaitan dengan perintah perang, tetapi terbatas hanya kepada orang yang memerangi kita. Prof KH Mustafa Yakub dalam buku Kerukunan Umat dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits menjelaskan sbb:

“Jadi boleh kita memerangi orang-orang kafir?

Bukan hanya boleh, tapi wajib bagi kita memerangi orang-orang kafir yang memerangi kita. Tetapi orang-orang kafir yang tidak memerangi kita, tidak boleh kita perangi.

kafir harbi yang harus diperangi karena memerangi kaum muslimin, dan kafir dzimmi atau mu’ahad yang harus dilindungi,
karena Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad, maka ia tidak akan mencium aroma surga…” (HR Bukhari).

Jadi, umat Islam tidak boleh seenaknya membunuh orang non muslim karna ada atauran-aturan khusus didalamnya.

Kesimpulan ;

Maka dengan demikian tuduhan Para Penghujat Terhadap Umat Islam adalah Tidak benar sama sekali, yang mungkin seperti penjelasan saya yang pertama jika Nampaknya, Para penghujat Islam itu sangat alergi terhadap kata “perang,” sehingga segala yang berbau perang dinilai sebagai kejahatan atau setan, tanpa melihat konteksnya terlebih dahulu.


IV). "Ajaran Al-Qur’an & Alkitab Tentang Peperangan"


Jika kita lihat sedemikian Asyiknya mereka menghujat Islam dengan gaya hujatan mereka yang sungguh luar bisa, yang seolah-olah diri mereka tiada cela.

namun sesungguhnya itu adalah akal-akalan kaum Munafik saja, dengan sengaja mereka sibuk mempermasalahkan dan terlalu membesar-besarkan masalah dalam ajaran Islam (yang mereka belum paham akan makna yang sebenarnya).

Namun kesemuanya itu mereka lakukan, maksud yang adalah hanya untuk menutupi Borok mereka sendiri. dan mungkin karna sudah menjadi Kebiasaan / Sifat Dasar / Kebiasaan kaum Munafik itu sendiri sehingga mereka berpura- pura tidak tau yang dimana dalam Alkitab (Bibel)  yang konon mereka katakan sebagai kitab suci pun sebetulnya terdapat ayat-ayat perang dalam bentuk yang Sangat Sadis Sekali banyak bertebaran dalam Alkitab

Mungkin dalam Pikiran mereka (Kaum MunafIk) ;
Dengan sibuknya umat Islam dalam menjawab hujatan mereka, mungkin mereka juga berharap jika Borok mereka sendiri tidak katauan.

Namun sayang sekali, karna umat Islam bukanlah Umat yang bodoh yang gampang sekali mereka bodohi dengen Trik-trik Cap Kambing Congek Murahan bikinan mereka tsb.

Dan apa daya ; “Untung Tak dapat Diraih, malang tak dapat ditolak” 

Maksud hati ingin menjelek-jelekan Citra Umat Islam, namun apa daya justru Borok mereka sendirilah yang Terkuak.
Dan sebelum membandingkan Ayat-ayat Peperangan dalam AlQuran Vs Alkitab tentang ayat yang mengatur manusia ketika dalam Keadan Berperang, baiknya terlebih dulu kita simak ayat-ayat dalam alkitab yang lain tentang perintah untuk membunuh sesama dari Tuhan mereka seperti yang tertulis dalam ayat Alkitab dibawah ini ;

1).Bunuhlah paranormal / para peramal ; (Keluaran 22:18), Imamat 20:27 )

2).Bunuhlah para Waria / yg suka berhubungan sesama jenis ; (Imamat 20:13, Roma 1:27)

3). Bunuhlah anak yang memukul ortunya ; (Keluaran 21:15)

4). Hukuman mati untuk menyumpahi Orang Tua ; (Amsal 20:20, Imamat 20:9)

5). Bunuhlah manusia yang main  serong ; (Imamat 20:10)

6). Pembakaran anak gadis wanita yang ngeseks sebelum nikah ;  (Imamat 21:9)

7). Bunuhlah istrimu di malam pengantin jika dia tidak perawan ; (Ulangan  22:20-21)

8). Bunuhlah seseorang orang awam yang memasuki ruangan suci ; (Bilangan 1:51)

9). Bunuhlah manusia yang bekerja pada hari minggu ; -(Keluaran 31:14-15)

10). Tuhan yang ada didalam alkitab Kristen memerintahkan nabi-nabinya untuk membunuh demi sebuah alasan tolol yang tidak masuk nalar:

-Bunuhlah anak-anak yang sedang mengejek (2 Raja-raja 2:23-24) 

-Tuhan membunuh karena penasaran  (1Samuel 6:19-20) 

-Tuhan membunuh pengikutnya yang baik hanya karena teledor (2 Samuel 6:6-7) 

-Bunuhlah anak-anak keturunan pendosa; (Yesaya 14:21)

11). Perintah untuk membunuh musuhnya, entah orang itu menyerang Yesus maupun yang tidak menyerangnya ; (Lukas 19:27).


Dan lebih lanjut untuk mengetahui / untuk membuktikan Ajaran siapakah yang sesunguhnya mengajarkan Sadisme atau kebrutalan dalam Peperangan, mari sama-sama kita lihat ayat-ayat alkitab yang tertulis dibawah ini  ;

1. “Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik TUA maupun MUDA, sampai kepada LEMBU, DOMBA, dan KELEDAI ” (Yosua 6:21).

2. Firman TUHAN untuk membantai kaum Amalek: “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan padanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI ” (Samuel 15:3).

3. “Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu” (Bilangan 31: 17-18).

4. (16) Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu,JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS, (17) MELAINKAN KAU TUMPAS SAMA SEKALI, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, Ulangan 20;16-17)

Dan ini yang paling Luar Biasa, Lihat ;

”SEMUA YG BERNAPAS HARUS DITUMPAS”

Lihat,,betapa sadisnya ayat tsb lalu Bandingkan dengan ayat dalam AlQuran seperti penjelasan saya dalam catatan ini ???

Liat,,,Aturan perang dalam Bibel pun berbeda dan Jauh Lebih Sadis dengan aturan Islam,,,,mana ada aturan perang dalam AlQuran sepertihalnya dalam alkitab yang dimana manusia diperintahkan untuk menumpas habis Apapun yg bernyawa !!!

Dan yg membuat sy lucu,,,Ternyata setelah Tuhan memerintahkan untuk menumpas semua orang2 Amlek…lucunya Tuhan ko menyesal ???

Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku. ( 1 Samuel 15 ;11) Tuhan opo iki….???

Tuhan ko menyesal,,,Bukankah Tuhan Maha Tau ???

Lalu dimana Kemaha Tauan Tuhan ,,,Hilang Dimakan Domba ???

Bukankah kita tau jika yg dinamakan Tuhan itu pasti Tau apa yg terjadi hari ini maupun hari esok?
dengan demikian jikalau ada Tuhan yg masih saja "Menyesal" itu namanya adalah Tuhan tidak memenuhi syarat, “alias Tuhan Gadungan”. dan Hanya dalam Alkitab sajalah kita bisa melihat “TUHAN YG LUCU BANGET”,,,,Masih percaya sama Tuhan yg demikian ???

Masih pantaskah kita sembah Tuhan yg demikian ???

Dan dengan Berdasar Ayat - ayat diatas tsb lah kemungkinan inilah yg selalu dierapkan oleh Bangsa - bangsa yg memusuhi Islam dalam peperangan. dan Mungkin mereka membenarkan segala kebrutalannya dengan berdasar atas dasar Ayat – ayat alkitab diatas !!!

Terbukti,,,adalah benar jika perangnya bangsa Penganut Alkitab adalah sungguh sadis seperti halnya Amerika.
Lihat kebiadaban Amerika yg slalu haus darah jika berhadapan dgn umat islam dimana Rakyat sipil pun tak luput dari sasaran alias tidak pandang bulu.

Masih Ingat Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki, dan dibawah inilah Sejarah singkat Bom Hiroshima dan Nagasaki Jepang ;

                               “Sejarah Singkat Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki”

Pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama Perang Dunia II terhadap Kekaisaran Jepang yang dilakukan oleh Amerika Serikat atas perintah Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman. Pengeboman ini dilakukan setelah Jepang menyerbu Pangkalan Udara Pearl Harbour milik Amerika Serikat pada tanggal 7 Desember 1941.

Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang lainnya, senjata nuklir “Little Boy” dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Selanjutnya, pada tanggal 9 Agustus 1945 dijatuhkan bom nuklir “Fat Man” diatas Nagasaki.

Bom ini membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 orang di Nagasaki, dan sejak saat itu ribuan orang tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom tersebut. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang mengumumkan menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Jepang menandatangani surat penyerahan diri pada tanggal 2 September 1945 yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II.

Lihat,,,Jepang yang hanya menyerang pangkalan perang amerika, kemudian dibalas dengan membabi buta oleh Amerika yg dimana bukan hanya tentara saja yg ikut tewas namun Ribuan Rakyat sipil yang tak berdosa serta apapun yang bernafas harus meregang nyawa karna kebiadaban Amerika yg jelas-jelas mengadopsi kebiadaban Ayat Alkitab. Ini

Fakta,,,Amerikalah yg sesungguhnya telah menggunakan senjata pemusnah masal secara biadab.

Namun Lihat, kecurangan, kelicikan dan betapa pengecutnya Amerika setelah mereka menggunakan senjata pemusnah masal, kemudian mereka pulalah yg melarang bangsa / negara lain menggunakannya dengan dalih kemanusian.

Kesimpulannya ;

Kenapa  Jika perintah perang Al-Qur’an untuk membela diri dihakimi sebagai Ayat Setan, lantas ayat-ayat pembantaian massal dalam Bibel yang amat sadis ini harus disebut apa ???