Tampilkan postingan dengan label Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Quran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

Alquran adalah Mukjizat yang Sesungguhnya

0 komentar
Bentangan sejarah Islam yang dibangun para nabi dan rasul Allah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berbagai keunggulan dan mukjizat para nabi itu mempertegas pesan ketauhidan yang mereka bawa pada kaumnya.
Guru besar sejarah kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Muhammad Machasin, menyebutkan, mukjizat bukanlah esensi dari bukti kebenaran Islam. Menurutnya, mukjizat yang sesungguhnya adalah kitab yang diturunkan pada nabi akhir zaman, Muhammad SAW. Terkait hal itu, wartawan Republika, Devi Anggraini Oktavika, mewawancarainya belum lama ini. Berikut petikannya.

Apakah yang membedakan dakwah para nabi terdahulu dengan dakwah nabi yang diutus setelahnya?

Tidak ada yang berbeda. Mereka membawa pesan dan ajaran yang sama, yakni ketauhidan, bahwa tidak ada Tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Selain itu, mereka hanya dibedakan oleh tempat pengutusan dan kaum yang mereka dakwahi. Jika ingin menggarisbawahi perbedaan, yang perlu kita bandingkan bu kan nabi terdahulu dan nabi-nabi pada masa sesudahnya. Perbedaan yang sesungguhnya terlihat antara nabi-nabi terdahulu dan nabi yang diutus paling akhir, yakni Muhammad SAW.

Perbedaan apa itu?

Jika para nabi sebelum Muhammad hanya menyeru kaumnya pada Tuhan Yang Esa (Allah), Rasulullah SAW dihadapkan pula pada persoalan kemanusiaan yang mendalam. Saat itu, orang Arab terdiri atas dua strata; kaum pedagang yang kaya dan golongan hamba sahaya yang menjadi budak orang-orang kaya itu. Dari ayat-ayat Alquran kita ketahui bahwa Rasulullah berjuang memperbaiki falsafah hidup masyarakat saat itu; bahwa hidup adalah juga untuk kehidupan setelah kema tian dan hidup tidak saja untuk diri sendiri, tetapi juga untuk umat. Ajaran yang dibawa Rasulullah menyempurnakan ajaran-ajaran yang dibawa nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Selain itu, beliau diutus bukan untuk kaum tertentu, melain kan untuk seluruh umat manusia. Itu perbedaannya.

Jika masyarakat pada masa itu tidak meyakini adanya kehidupan setelah kematian, mengapa mereka menuhankan berhala dan menyembahnya?

Mereka memang menyembah berhala-berhala, tetapi bukan sebagai wujud penyerahan diri pada kekuatan di atas diri mereka. Seperti orang pergi ke dukun pada masa sekarang, orang-orang pada masa itu mendatangi berhala untuk kepentingan mereka sendiri.

Seiring perjalanan sejarah, peradaban manusia terus mengalami perkembangan. Apakah itu berpengaruh pada proses dakwah para nabi?

Menurut saya, peradaban tidak banyak memengaruhi dakwah para nabi. Justru, dakwah Islamlah yang kemudian melahirkan peradaban yang tinggi. Banyak dari peninggalan peradaban itu yang dapat kita temukan. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua pendukung Islam pada masa-masa itu beragama Islam.

Bangsa-bangsa di wilayah Persia dan Romawi Timur, misalnya. Mereka menjadi pendukung Islam setelah bertemu dengan dakwah Islam, tetapi mereka tetap pada agama mereka.

Salah satu contoh yang paling pokok adalah peraturan semacam undang- undang syariah. Peraturan itu kan diberlakukan bagi semua masyarakat, tidak terkecuali mereka yang bukan penganut ajaran para nabi itu. Menurut saya, itu sekaligus menjadi bukti kreativitas Muslim dalam membangun kehidupan dan peradaban

Bagaimana dengan politik?

Sama saja. Terlibat dalam politik atau tidak, tugas pokok para nabi adalah untuk menyeru pada ketau hid an. Jika kita sedang menyimpulkan pengaruh politik bagi dakwah dengan melihat peran politis nabi sebagai pemimpin, kita perlu mempertimbangkannya dengan fakta lainnya.

Rasulullah berdakwah selama 23 tahun. Selama 13 tahun pertama, beliau berdakwah menyebarkan Islam sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya. Beliau tidak menggunakan politik selain untuk berperang. Baru selama 10 tahun terakhir, Rasulullah berdakwah sambil berpolitik. Itu dikarenakan status beliau sebagai kepala negara, pemimpin, dan pemimpin umat.

Memang, kemudian sejarah menyebutkan bahwa dalam 10 tahun itu orang-orang masuk Islam secara berduyun-duyun. Hanya, apakah itu dikarenakan keberhasilan dakwah Rasulullah atau kewibawaan beliau sebagai pemimpin, itu belum bisa diketahui secara pasti. Perlu pene litian untuk menyimpulkannya.

Selain hal-hal yang dapat dibuktikan secara empiris, seperti peradaban dan sistem politik, para nabi dikaruniai mukjizat. Apa sesungguhnya pengertian dari mukjizat itu?

Jika dilihat dari asal katanya, yakni ‘ajaba, kata mukjizat berarti hal-hal yang membuat orang tidak dapat menyangkalnya. Merujuk pada pengertian ini, maka mukjizat yang sesungguhnya adalah Alquran, kitab yang diturunkan kepada Nabi Mu hammad SAW.

Namun, kemudian mukjizat juga dimaknai sebagai hal-hal yang luar biasa, yang tidak masuk akal. Seperti air yang memancar dari sela-sela jari, tongkat yang berubah menjadi ular, lautan yang terbelah, dan lain sebagainya. Semua mukjizat sebelum periode Nabi Muhammad tidak mudah dibuktikan.

Dari situ saya berpandangan bah wa mukjizat-mukjizat itu merupakan pesan-pesan simbolis yang tidak untuk diterima secara harfiah. Bukan mukji zatnya yang penting, melainkan pesan dan nilai yang terkandung di balik semua kisah-kisah luar biasa itu. Surah al-Isra’ ayat 90-93 menegaskan hal itu bahwa hanya argumen yang tidak terbantahkan (Alquran)-lah yang membuat orang-orang menerima Islam.

Kutipan : REPUBLIKA.CO.ID,

Alquran tentang Atmosfer

1 komentar
Atmosfer merupakan lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi.

Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap.

Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.

Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen 78,17 persen dan oksigen 20,97 persen, dengan sedikit argon 0,9 persen, karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357 persen), uap air, dan gas lainnya.

Atmosfer adalah fenomena alam yang dinyatakan dalam Alquran sejak 14 abad silam. Salah satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Alquran  bahwa langit terdiri atas tujuh lapis. Allah SWT berfirman, ''Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Alquran, 2:29)

Dalam surah Fussilat [41] ayat 11-12, Allah SWT berfirman, ''Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.''

                                                                      ***

Menurut Harun Yahya, bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfer, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup.

Fakta yang kini telah diterima bahwa atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Persis sebagaimana dipaparkan dalam Alquran, atmosfer terdiri dari tujuh lapisan. ''Ini pastilah salah satu keajaiban Alquran,'' ujar Harun Yahya.

Kata "langit", lanjut Harun Yahya,  yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Alqur’n, digunakan untuk mengacu pada "langit" bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri tujuh lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90 persen dari keseluruhan massa atmosfer.

Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER.

Inilah video mukjizat Alquran tentang atmosfer:


Harun yahya

Keajaiban Al-Quran

0 komentar
Ciri khas Al Qur’an, yang diwahyukan 14 abad yang lalu, dan hikmah Maha-agung yang dikandungnya, merupakan bukti mutlak bahwa Kitab Suci ini merupakan kalam Allah. Selain itu, Al Qur’an memiliki banyak mukjizat yang membuktikannya sebagai wahyu Allah. Di antaranya adalah sejumlah fakta-fakta ilmiah, yang hanya dapat kita temukan dengan menggunakan teknologi abad ke-20, dinyatakan di dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu. Fakta-fakta ini, yang tidak mungkin dapat diketahui di masa Al Qur’an diturunkan, sekali lagi memperlihatkan di hadapan manusia zaman sekarang, bahwa Al Qur’an adalah perkataan Allah. 2005-08-20 05:13:45